Berkenalan dengan posisi pengembang front-end

Sepintas, kita melihat website dari luar tanpa pernah melihat orang-orang yang bekerja di belakang layar. Website yang menarik dan bagus merupakan hasil karya beberapa orang dengan keahlian yang berbeda-beda.

Nah, salah satu yang membantu tampilan website menjadi menarik adalah front end developer. Jadi apa itu pengembang front-end? Yuk, kenali lebih dekat profesi ini. Kami merangkumnya dalam wawancara khusus dengan Lead Front End Developer di AsiaQuest Indonesia, yaitu Dwi Iswanto.

Dwi-san telah berkecimpung di dunia frontend coding sejak tahun 2013, yang artinya Dwi-san telah menjadi seorang frontend developer profesional selama 7 tahun. Dwi-san awalnya tertarik dengan dunia front end karena menyukai desain grafis.

“Ketika saya masih mahasiswa, saya menyukai desain grafis. Di awal-awal

saya bekerja sebagai web developer, saya tertarik dengan front-end karena saya bisa mendalami layout/desain sebuah website di front-end,” ujar Dwi-san.

Wah, ternyata malah terbentur ujung depan karena hobi atau passion

desain grafis. Um, meskipun desain grafis adalah profesi tersendiri dalam dunia pengembangan web, lho. Jadi desain grafis dan front end itu erat hubungannya ya, Dwi-san?

“Desain grafis situs web terkait, jadi bagaimana kami mengimplementasikan desain situs web dalam kode situs web.” tambah Dwi-san.
Apa itu frontend?

“Menurut saya, front end adalah departemen pemrograman situs web

yang bertanggung jawab atas tata letak atau tampilan situs web. Ubah desain situs web menjadi kode situs web. “Jawab Dwi-san.

Tentu saja, untuk menjadi seorang front-end developer, Anda harus memiliki hard skill dan soft skill. Menurut Dwi-san, hard skill yang harus dikuasai front-end developer relatif luas, namun ada beberapa basic skill yang harus dimiliki yaitu HTML, CSS, Javascript.

Seorang front-end developer juga harus memiliki soft skill lainnya, seperti kemampuan bekerja dalam tim (yang menurut Dwi-san wajib). “Selain itu, jelas Anda juga harus memiliki selera desain.” Dwi-san menjelaskan.
Apa kesulitan yang dihadapi pengembang front-end?

Setiap pekerjaan pasti memiliki kesulitannya masing-masing, begitu juga dengan front-end developer yang juga kesulitan saat bekerja. Menurut Dwi-san, seorang front-end developer mungkin akan kesulitan menghadapi teknologi terkini.

“Jadi setiap tahun atau bahkan setiap 6 bulan sekali akan ada teknologi terbaru terkait web developer (terutama front-end), sehingga kita sebagai front-end harus siap untuk berkembang sesuai dengan tren teknologi terkini.” tambah Dwi-san.

Nah, menjadi front-end developer tidak boleh malas-malasan kan? Harus terus belajar dan mengadaptasi hard skill menggunakan teknologi terkini yang sedang tren di dunia pemrograman.

“Benar juga, selain itu kodenya bisa lebih teknis dari segi teknis dengan custom animation dan JS, jadi terkadang ada desain atau custom request yang membutuhkan animasi unik. Biasanya tim FE membahas pengerjaan custom animation terlebih dahulu. Metode mana yang ingin Anda gunakan dalam prosesnya?” lanjutnya.
Kesan dari 7 tahun sebagai pengembang front-end?

Dwi-san telah berkecimpung di dunia frontend coding selama 7 tahun dan tentunya telah mendapatkan banyak pengalaman. Ia juga berbagi kesannya dari dunia profesional selama tujuh tahun sebagai front-end developer.

“Perkembangan website dari tahun ke tahun begitu cepat sehingga sebagai front-end developer tidak ikut berkembang dengan perkembangan teknologi, malah tertinggal dengan developer baru.” Dwi-san menjelaskan.

Kemudian Dwi-san memberikan tipsnya kepada frontend developer yang merencanakan karir profesionalnya, yaitu …

“Teruslah untuk meneliti keterampilan dan kemampuan karena dengan terus berlatih kode, situs web akan menjadi lebih baik dan lebih berkualitas juga.” dia berkata.

Nah, itulah sekilas tentang posisi dan pekerjaan seorang front-end developer. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda yang tertarik menjadi front-end developer. Lihat halaman karir kami untuk lowongan terbaru di AsiaQuest Indonesia.

Lihat Juga :

https://ruaitv.co.id/
https://cmaindonesia.id/
https://rakyatjakarta.id/
https://gramatic.id/
https://tementravel.id/
https://psyline.id/
https://cinemags.id/
https://imn.co.id/
https://bernas.co.id/
https://mt27.co.id/

Related Post